Penemuan Obat HIV/AIDS - Kabar gembira hadir dari dunia medis. Zhilei Chen, seorang asisten profesor di A&M University di Texas yang berkolaborasi dengan Scripps Research Institute, berhasil menemukan senyawa PD 404,182 yang bisa membunuh virus HIV lewat penelitian yang dilakukannya.
Penemuannya ini kemudian dipublikasikan lewat sebuah media jurnal American Society of Microbiology bulan ini. "Ini adalah senyawa kecil bersifat virusidal, artinya punya kemampuan membunuh virus, dalam hal ini adalah HIV. Pada dasarnya, virus ini bekerja dengan membuka virus," kata Chen seperti dikutip Medical Xpress, Kamis (24/11/2011).
Tuesday, March 20, 2012
TKI Pengidap HIV/AIDS Alami Peningkatan
Buruh migran yang pengidap HIV/AIDS pasca mendulangdevisa terus meningkat.Namun sampai saat ini pemerintah dan
perusahaan jasa pemberangkatan tenaga kerja Indonesia (TKI) tak pernah
menyediakan sarana kesehatan yang memadai bagi para TKI ODHA setelah
pulang dari negeri rantau.
Koordinator Peduli Buruh Migran, salah satu organisasi pemerhati TKI,
Lili Pujiati menyatakan, pada 2010 lalu, organisasinya mencatat jumlah
TKI yang pulang dan ternyata mengidap HIV/AIDS tercatat sebanyak 58
orang. Jumlah ini meningkat menjadi 66 orang pada 2011 lalu.
Sementara, hingga Maret ini sudah empat orang yang positif mengidap
penyakit yang menyerang kekebalan tubuh ini.
Lili Pujiati menyatakan, pada 2010 lalu, organisasinya mencatat jumlah
TKI yang pulang dan ternyata mengidap HIV/AIDS tercatat sebanyak 58
orang. Jumlah ini meningkat menjadi 66 orang pada 2011 lalu.
Sementara, hingga Maret ini sudah empat orang yang positif mengidap
penyakit yang menyerang kekebalan tubuh ini.
Thursday, March 8, 2012
Penanggulangan HIV/AIDS 2012 Kurang Dana Senilai US$160 Juta
Jakarta - Program penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia pada 2012 diperkirakan kekurangan dana sekitar US$160 juta. Kekurangan tersebut disebabkan makin berkurangnya bantuan dana internasional karena Indonesia dianggap sudah sebagai negara kelas menengah.
"Bantuan international dari Global Fund dan sumber lain secara bertahap akan dihentikan. Indonesia saat ini sudah dianggap sebagai middle country sehingga kita harus sharing," tandas Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan rakyat Agung laksono seusai rapat koordinasi tingkat menteri membahas pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Jakarta, Jumat (2/3).
"Bantuan international dari Global Fund dan sumber lain secara bertahap akan dihentikan. Indonesia saat ini sudah dianggap sebagai middle country sehingga kita harus sharing," tandas Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan rakyat Agung laksono seusai rapat koordinasi tingkat menteri membahas pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Jakarta, Jumat (2/3).
Tuesday, March 6, 2012
Indikator Penyakit Baru Yang Bisa Menunjukan Resiko Terinfeksi HIV
New Delhi, Sebuah Inisiatif HIV di Eropa telah mengusulkan bahwa sejumlah penyakit baru harus dimasukan dalam daftar indikasi untuk orang yang diduga telah terinfeksi HIV.HIV in Europe, sebuah lembaga koordinasi inisiatif Eropa tentang HIV/AIDS dari Kopenhagen, mengatakan bahwa kelompok heteroseksual di Eropa sangat beresiko untuk memiliki virus HIV di dalam tubuhnya tanpa terdiagnosis hingga kekebalan tubuh mereka mulai menurun dan mereka jatuh sakit.
Sebuah studi internasional yang dipimpin oleh lembaga tersebut, menunjukkan bahwa penyakit, termasuk herpes zoster dan bentuk kanker tertentu, harus terdapat dalam daftar indikator untuk orang yang memiliki HIV, yang berguna untuk mendorong para petugas kesehatan profesional agar menyarankan tes HIV kepada pasien mereka.
Lebih dari 900.000 Jiwa Diselamatkan Dengan Panduan Terbaru Pencegahan TB Terhadap ODHA
JENEWA – Diperkirakan lebih dari 910.000 jiwa telah diselamatkan secara global selama enam tahun dengan meningkatkan kolaborasi antara TB dan layanan HIV yang melindungi ODHA dari TB, terlihat pada dampak angka kesehatan global yang telah dirilis pada hari Jumat, 2 Maret 2012. Untuk menindaklanjuti keberhasilan dari panduan awal pada TB dan HIV tahun 2004, pada hari tersebut WHO telah merilis sebuah kebijakan global untuk diagnosis pencegahan dan pengobatan TB dan HIV yang telah diperbaharui. Seperti yang kita ketahui TB merupakan pembunuh utama Odha.Wednesday, February 29, 2012
Harapan Dalam Pengobatan Hepatitis C
Sebuah era baru dalam pengobatan hepatitis C dimulai pada Mei 2011.Saat itulah Food And Drug Administration (FDA), sebuah lembaga pemerintah Amerika yang mengurusi perijinan untuk makanan dan obat-obatan, telah menyetujui dua jenis obat baru, Incivek dan Victrelis, masing-masing adalah Protease Inhibitor (PI) yang melawan virus hepatitis C (HCV). Selama 20 tahun terakhir, terapi standar untuk mengobati hep C memberikan dua hal buruk kepada masyarakat, yaitu tingkat keberhasilan yang rendah dan efek samping yang sering menghancurkan. Akhirnya, pengobatan hepatitis C menimbulkan sisi yang buruk. Tetapi meskipun janji dua obat baru untuk memberikan tingkat kesembuhan yang lebih baik, kita belum cukup untuk memberikan jaminan tentang kesembuhan total. Setiap (PI) baru harus digunakan dengan kombinasi obat yang lama, yang juga berpotensi menambahkan efek samping. Dan (FDA) belum menyetujui (PI) untuk orang koinfeksi HIV, sehingga dokter yang meresepkan obat-obatan hep C untuk pasien HIV-positif harus melakukan dengan pengetahuan yang minim tentang tantangan dari obat-obatan tersebut. Sebagai contoh, dokter dan pasien harus selalu memantau potensi interaksi obat-obat antara PI baru dan obat HIV.
Hepatitis C Membunuh Melebihi HIV
Amerika, Kematian akibat infeksi hepatitis C kini terus meningkat, bahkan melebihi kematian akibat HIV. Faktor penyebabnya adalah karena kebanyakan orang tidak menyadari dirinya terinfeksi virus hepatitis C.Hal tersebut tampak nyata di Amerika Serikat. Menurut data tahun 1999 - 2007 yang dilansir Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika. Kematian paling tinggi terjadi pada orang berusia produktif.
Menurut pejabat CDC, sekitar 3,2 juta orang Amerika terinfeksi hepatitis C, penyebab utama kanker hati dan sirosis (pengerasan hati). Diperkirakan sepertiga dari orang dewasa yang terinfeksi itu tidak menyadari dirinya terinfeksi karena perkembangan penyakit ini memang lambat.
Subscribe to:
Posts (Atom)

