Sebuah era baru dalam pengobatan hepatitis C dimulai pada Mei 2011.Saat itulah Food And Drug Administration (FDA), sebuah lembaga pemerintah Amerika yang mengurusi perijinan untuk makanan dan obat-obatan, telah menyetujui dua jenis obat baru, Incivek dan Victrelis, masing-masing adalah Protease Inhibitor (PI) yang melawan virus hepatitis C (HCV). Selama 20 tahun terakhir, terapi standar untuk mengobati hep C memberikan dua hal buruk kepada masyarakat, yaitu tingkat keberhasilan yang rendah dan efek samping yang sering menghancurkan. Akhirnya, pengobatan hepatitis C menimbulkan sisi yang buruk. Tetapi meskipun janji dua obat baru untuk memberikan tingkat kesembuhan yang lebih baik, kita belum cukup untuk memberikan jaminan tentang kesembuhan total. Setiap (PI) baru harus digunakan dengan kombinasi obat yang lama, yang juga berpotensi menambahkan efek samping. Dan (FDA) belum menyetujui (PI) untuk orang koinfeksi HIV, sehingga dokter yang meresepkan obat-obatan hep C untuk pasien HIV-positif harus melakukan dengan pengetahuan yang minim tentang tantangan dari obat-obatan tersebut. Sebagai contoh, dokter dan pasien harus selalu memantau potensi interaksi obat-obat antara PI baru dan obat HIV.











